SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA JUMPAI

Perbekel Desa Jumpai

I Wayan Sudiarna

Sejarah Desa

  • Dibaca: 513 Pengunjung

SEJARAH TERJADINYA DESA

JUMPAI

 

Pada zaman kerajaan Maja Pahit dengan Maha Patih Gajah Mada. Ia meminta Mpu Kresna Kepakisan untuk datang ke Bali Rajia dan menjadi Raja di Bali, Karena Beliau memiliki Hubungan yang baik dan sama-sama Sakti seperti  Patih Gajah Mada. Mpu Kresna Kepakisan mempunyai empat(4) anak:

  1. Dalem Dirum menjadi Raja Blangbangan
  2. Delem Made Pasuruhan menjadi Raja Pasuruhan
  3. Dalem Watu Muter menjadi Raja Sumbawa
  4. Dalem Ketut Kresna Kepakisan menjadi Raja Majelangu

Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang menjadi Raja Majelangu menikah dengan  yang bernama Ni Gayatri. Beliau mempunyai anak yang bernama I Pasek Bon Dalem Samanjaya. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan oleh Patih Gajah Mada di daulat menjadi Raja Bali Rajia dengan para pengikut Arya Makabehan juga disertai dengan anak Beliau I Pasek Bon Dalem Samanjaya yang menjadi Juragan. Pertama kali Beliau datang ke Bali turun di pasisir desa langkung( Lebih ). Disana Beliau pergi ke utara, tiba di Samprangan dan menjadi Raja Samprangan. Karena jauh dari samudra sebagai Nelayan( Mata Pencaharian ) lalu I Pasek Bon Dalem Samanjaya meminta kepada Raja Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan Untuk mencari tempat di dekat Pantai. Mulai sejak itu di beri Gelar: I Pasek Bendega Dalem Samanjaya. Beliau mencari tempat di dekat pasisir Pantai menemukan tempat yang bernama Cedokan Boga. Di sana leluhur kita pertama tinggal. tetapi sekian lama tinggal di cedokan boga.I Pasek Bendega Dalem Samanjaya lagi mencari tempat bergeser ke timur menemukan tempat yang bernama:  Njung Pahit (Jumpai). kemudian bergeser  sebelah timur sesuai dengan posisi Desa Jumpai sekarang. yang terdiri dari lima Banjar (Dusun): Banjar Jumpai Gunung, Banjar Jumpai Kanginan, Banjar Jumpai Tengah, Banjar Jumpai Kawanan dan Banjar Jumpai Kekeran. Di karenakan Berbagai musubah, pada suatu masa itu di desa jumpai mengalami wabah penyakit hingga menyebabkan Rakyat yang berjumlah 800 orang menjadi 300 orang. Karena banyak yang mati, ada pula yang meninggalkan desa mengalih ke Badung, Cemagi, Seseh, dan Semawang. Banjar pun menciut dari lima menjadi dua Banjar sampai sekarang bernama desa Jumpai

Dengan letak Wilayah/ Batas wilayah Desa:

Sebelah Utara     :     Desa Gelgel

Sebelah Barat     :      Subak Pegatepan

Sebelah Timur     :     Tukad Unda

Sebelah Selatan  :     Segara/ Laut

 

Demikian ulasan singkat tentang sejarah  terjadinya Desa Jumpai

  • Dibaca: 513 Pengunjung