Simulasi Antisipasi Bahaya Tsunami di Desa Jumpai

  • 24 Desember 2015
  • Dibaca: 528 Pengunjung
Simulasi Antisipasi Bahaya Tsunami di Desa Jumpai

Suasana Desa Jumpai yang tenang mendadak riuh ketika terdengar suara sirene berdengung keras di Pantai Jumpai, Desa Jumpai, Klungkung, Bali, Kamis (24/12/2015), sekitar pukul 08.30 Wita.

Tak berselang lama, warga dibuat panik dengan pengumuman jika telah terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami di selatan pulau Bali.

Ratusan masyarakat Desa Jumpai pun berlari dari kediaman mereka, menuju lokasi pengungsian berupa tanah lapang, yang terletak kurang lebih 2 Km dari bibir pantai.

Suasana semakin riuh ketika beberapa warga membunyikan kulkul bulus (kentungan) dari bambu.

Warga berhamburan dan berlari menuju titik aman di tanah lapang lokasi evakuasi.

Masyarkat Jumpai mulai dari anak-anak hingga orang tua beduyun-duyun dan berdesakan berlari untuk mengamankan diri.

Beberapa petugas dari Kelompok Tanggap Darurat Desa Jumpai dengan sigap berusaha menolong warga, dan terus berkoordinasi dengan pihak BPBD terkait dengan evakuasi korban.

Selanjutnya, mobil BPBD pun tiba di lokasi evakuasi dengan membawa beberapa masyarakat yang menjadi korban, ada korban yang meninggal, patah tangan, dan korban pinsan.

Situasi tersebut merupakan beberapa cuplikan simulasi bencana yang dilaksanakan oleh Kelompok Tanggap Darurat Desa Jumpai, Yayasan Idep dan melibatkan BPBD serta ratusan warga Desa Jumpai Klungkung.

"Simulasi ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat letak Geografis di Desa Jumpai yang berada didekat pantai sehingga memiliki potensi bencana yang tinggi," ujar Sudiarna, Perbekel Desa Jumpai.

Ia mengungkapkan, simulasi ini baru pertama kali dilaksanakan di Desa Jumpai yang diawali dengan pembentukan Kelompok Tanggap Darurat Desa Jumpai.

"Kami diajari bagaimana terjadi bencana, kita sudah mengetahui dan mengantisipasi bagaimana cara kita meminimalisir korban," tambahnya.

Dalam simulasi tersebut juga dihadiri oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kepala BPBD Klungkung, I Putu Widiada, dan Pihak dari BPBD Provinsi Bali

  • 24 Desember 2015
  • Dibaca: 528 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita